"MY GIRL iS PhSyco" (CERPENKU) 21+

Hi, nama ku Rex, ini sedikit kisahku mengenai seorang perempuan manis bermata coklat yang kulihat di klub basket, memakai baju ungu lakers dengan nomor punggung "36". Jika waktu itu berulang mungkin sekali lagi aku mau melihat hal yang sama. step by step, langkah mu untuk layup seperti mematahkan rasa patah hatiku yang lama. Tapi tidak tau mengapa saat dia mendrible bola oranye itu, mengapa mata tajammu yang indah itu selalu melihat ke arahku? ada yang aneh dariku? apa perasaanku saja?

 

Tiba-tiba Kak Rara menghampiri ku di bangku penonton.

"Hi dek, gimana kakak main nya jago nggak?", Kak Rara mulai pamer kepadaku dengan mata yang seolah-olah menggodaku.

 

"hehe..., iya kak jago kok, aku sih gak bakal bisa kayak kakak", jawabku sambil agak membungkuk.

 

"ooo... mau diajarin ya? ya udah sini handphone kamu kakak masukin nomor kakak, nanti kakak hubungin entar kursus private sama kakak", langsung merampas handphone ku lalu langsung mengirim pesan ke handphone mu melalui handphone ku dengan pesan 'hello darling', setelah itu Kak Rara mencubit pipi ku dan pergi.

 

Itulah pertama kali aku mengenal dia, kakak tingkat semester 5 jurusan ilmu komunikasi yang dikagumi banyak kakak tingkat lain dan juga para dosen. Kak Rara sangat populer karena banyak memenangkan olimpiade baik di bidang olahraga maupun akademis. Siapa sih yang tidak mengenal mu di kampus. Rana putri angkasa, biasa di panggil Rara. tinggi badan 165 cm dengan lesung pipi manis di kedua pipi dan bibir yang tipis. aku sudah lama mengamati mu tapi ya hanya mengamati tidak lebih dan tidak kurang. kak Rara selalu ku kagumi sejak awal penerimaan murid baru. Cara dia mendominasi membuat ku kagum dan hampir lupa dia adalah wanita cantik.

 

Sekarang bagaimana dengan aku? aku hanya laki-laki biasa berumur 20 tahun, namaku Rexi putra. tidak terlalu tampan walaupun banyak yang mengatakan cukup manis dilihat hehe. hobiku hanya menonton pertandingan basket dan membaca buku ilmiah seperti teori big bang atau teori termodinamika. tidak ada yang menarik dari ku tapi sejak banyak kejadian bersama kak Rara yang akan aku ceritakan sebentar lagi. pandangan kamu akan berubah karena benar bahwa rasa tertarik dan menyukai memang sangat subjektif atau kata orang orang awam relatif.

 

Oke, kita kembali saat kejadian pertama kali aku mulai kenal dengan kak Rara. Sejak dia mendapat kontak ku kak Rara mulai sering menghubungi ku, sekedar hanya menanyanyi kabar ku atau yang paling aku ingat menggoda ku.

 

"Hallo sayang..., kakak gerah nih, mau bantu bukain baju kakak nggak?, pesanmu yang kamu kirim dibarengi fotomu mengenakan kaos putih bergambar hello kitty.

 

"Hallo juga kak Ra, eh..., jangan kak itu gak baik buat aku", aku mulai kepanasan karena foto mu saat itu sangat aduhaiii.

 

"yahhh.... Rexi jahat, kakak nya lagi gerah dibiarin, Rexiiii..... jahat..., kakak ngambek ya", kali ini voice note yang Kak Rara kirim, sangat lucu, aku sudah mengulangi ini sekitar 21x.

 

"Btw, kakak ada kirim sesuatu lo ke alamat kamu semoga kamu suka ya, walau ulang tahun kamu masih sebulan lagi sih heheh, kakak bakal selalu so sweet kalok buat Rex, byee kakak mau latihan basket dulu pesannya dibaca juga ya...", pesan terakhirnya sebelum pergi dari chat-chat random mu yang gak jelas tapi aku suka.

 

Setelah itu aku bergegas ke tempat penyimpanan barang-barang kiriman yang biasa sudah ditumpuk oleh Ibu. Aku mencari dan menemukan satu kotak box besar yang bertuliskan adik kecil Rexi dengan stempel berbentuk bibir. Tidak berpikir lama aku langsung membawa box itu ke kamar dan mulai membuka nya. Aku banyak menemukan surat surat kecil  yang bertuliskan 'I love you' atau ' I need you' yang paling membuatku merinding adalah salah satu tulisan mu yang menurutku memang kalimat godaan. kalimat itu bertuliskan 'i need your body and i want eat you, everything about you' mungkin ini hanya kalimat biasa tapi sedikit menyeramkan. Kemudian aku menemukan hadiah utama yang kamu berikan yaitu jersey ungu lakers bernomor punggung 36 kesukaan mu yang sering kamu pakai. aku langsung buru-buru memakainya. Aku tidak tau kamu menyemprot baju ini dengan apa tapi ini benar benar wangi. Aku sangat senang dengan hadiah ini. tapi ternyata masih ada satu lagi yang belum aku buka yaitu sepucuk surat kecil. Surat itu juga sangat wangi, aku mulai memperhatikan dan membaca. Ternyata surat ini lah hadiah sesungguhnya. Di surat ini bertuliskan "Hello Rexi my boy, ini kak Rara mau ngerayain sesuatu bareng kamu, jadi perhatiin ya. Jam 7 PM tunggu kakak di Jl. Sutomo No.15 di sebelah warung pakde ayam. Kakak bakal jemput kamu pake mobil brio hitam, plat nomornya BK 132 M. Tanggal 16 april. oke sudah jelas semua kan?. oke deh see you my darling" lalu di ujung surat ada tanda tanganmu dengan stiker kiss lagi. Aku tidak tau kamu akan membawa ku tapi ini adalah moment yang ku nanti nantikan.

 

Setelah beberapa bulan terlewatkan, akhrinya bulan yang selalu aku nantikan dan kadang aku takutkan datang. Bulan itu dinamakan dengan "april" aku tidak tau kata itu berasal dari mana tapi aku yakin itu bulan yang khusus diciptakan buatku. Mungkin yang paling aku nantikan bukan hanya hari ucapan "happy birthday to you" melainkan ucapaan "i need you" dari kak Rara. Benar sekali hadiah ulang tahun ku yang diberi kak Rara bulan-bulan lalu untuk bertemu dengannya.

 

Malam itu aku benar benar prepare untuk bertemu kak Rara, entah apa yang akan terjadi tapi aku yakin itu akan menjadi malam yang tidak pernah berhenti aku kenang. Aku memakai kemeja hitam dengan celana kain yang paling aku sukai, menyemprotkan parfum ke seluruh tubuh agar kak Rara tidak sungkan mendekatiku hehe. aku mengikuti instruksi kak Rara, dimana aku harus menunggu dia sekitar Jam 7 PM  di Jl. Sutomo No.15 di sebelah warung pakde ayam. kak Rara berkata bahwa akan menjemputku dengan mobil Brio hitam, aku tidak tau dia ternyata orang yang mampu membeli mobil, aku sedikit insecure dan gugup. Aku juga ingat plat nomornya yaitu BK 132 M. 

 

Sekitar jam 7 PM kurang sedikit aku melihat Mobil brio dengan plat persis yang dikatakan kak Rara. Aku mulai mendekat tapi aku agak takut karena seluruh kaca mobil berwarna gelap. Setelah memperhatikan beberapa menit kemudian kaca mobil turun ke bawah dan aku melihat seorang bidadari yang aku tak tau dia masih memiliki sayap atau tidak. Dari mobil itu langsung ada Suara.

"halooo baby..., My Rex, kakak kangen banget ayo cepetan naik", teriak kak Rara dengan suara yang manja.

Aku tanpa basa-basi langsung naik ke mobil, duduk diam dan tidak berani melihat cantiknya Kak Rara.

"Duhhh gemeshhh banget deh Rex", tiba tiba kak Rara mencium bibirku dengn kecupan yang membuat ku sedikit tersentak.

Aku hanya bisa terdiam dalam senyuman.

"hehe..., iya Kak aku juga kangen ama kakak", untuk pertama kalinya aku melihat ke kanan. Kak Rara memakai kemeja putih dengan tangtop hitam. Memakai celana jeans yang terlihat hanya sepaha saja. Betapa sexy dan manisnya dia sekarang aku malah tidak bisa berhenti memandangi nya.

"Ya sudah sekarang kamu diem aja. Di situ kita bakal beli kue dan makan di suatu tempat ya, turuti maunya kakak oke", Kak Rara sambil tersenyum dan tiba tiba mendekati ku untuk memasangkan sabuk pengaman.

badannya yang terlalu dekat membuatku salah tingkah. Aku hanya bisa diam, Tapi yang membuatku paling terkejut adalah saat dia hendak kembali ke kursi nya dia tiba-tiba mengigit telinga ku dengan gemas lalu berbisik.

"Rexi Manis ya kaya gula... kakak makan boleh?".

Aku hanya bisa diam menunduk, aku pikir itu hanya godaan dan mulai menenangkan diri.

 

Dalam perjalanan dia banyak mengobrol denganku seperti berbicara mengenai permainan basketnya, kompetisi-kompetisi yang dia menangkan dan yang paling mencekam dia mulai berbicara mengenai pakaian dalamnya yang berwarna merah. Aku hanya bisa mengatakan iya, iya dan iya sebagai respon yang tidak terlihat kaku walaupun itu adalah kalimat jawaban yang paling kaku di dunia.

 

Setelah membeli Kue kak Rara mulai terlihat gelisah di mobil aku tidak tau kenapa. Dia mulai mengigit bibir nya sesekali dan memegang lehernya sesekali. Aku tidak tau apa yang terjadi tetapi yang jelas itu sangat sexy dan menyeramkan. Akhirnya kami sampai di sebuah Perumahan dengan seluruh isinya adalah Kosan perempuan elit. Aku mulai panik karena ini jelas-jelas dilarang sepertinya. Dia mulai memarkirkan mobil di salah satu garasi kosan mewah berlantai lima.

"Kak ini kan kosan khusus perempuan. Emangnya boleh ya aku ke sini?", tanya ku ke kak Rara.

"Udah tenang Kakak tau apa yang Kakak lakukan. Inget malam ini hari khusus buat kamu tapi dengerin perintah kakak ya. Tenang gak bakal terjadi apa apa", kak Rara berbicara dengan nafas yang tidak teratur sambil mencubit sedikit bibir ku dengan tangannya yang halus itu.

Aku mulai masuk ke kosan yang sangat bagus itu, aku mengikuti nya hingga lantai empat. Kita sampai di kamar bernomor delapan, kita mulai masuk ke dalam. Kamar kak Rara ternyata sangat bagus dan bersih dengan tema lampu kamar berwarna ungu dan merah. Kak Rara mulai menyuruhku duduk dan meminta izin agar tidak mengintip karena dia ingin membuka bajunya. Betapa paniknya diriku satu kamar dengan bidadari cantik dan sexy yang sedang ganti baju tepat dibelakangku. Aku hanya berusaha tenang dan berpikir positif tapi apa yang terjadi selanjutnya diluar dugaan ku.

 

Kak Rara tiba tiba mengigit leherku dan menyuntikkan sesuatu ke tanganku. Aku mulai kehilangan kesadaran aku tidak tau ini akan berakhir seperti apa. Aku mulai lemas tapi ternyata tidak sampai pingsan hanya tidak bisa bergerak, mungkin itu adalah obat bius. Aku masih bisa melihat Kak Rara yang masih menggunakan tangtop hitamnya.

 

Aku melihat semua hal yang dilakukan Kak Rara kepadaku. Dia mulai mengikat tangan dan kaki ku di tempat tidur nya aku tidak tau tali itu datang dari mana. Setelah dia mengikat ku, dia lalu membisikan sesuatu lagi kepadaku.

"Kak Rara sayang sama kamu. Kakak hanya mau semua kepunyaan Rexi menjadi milik kakak juga. Kakak mau makan Rexi" Nada berbicara yang sangat membuatku takut.

Kak Rara kemudian mengisap bibir ku dengan ganas hingga berdarah. Aku tidak bisa bergerak karena pengaruh bius yang tadi dia suntikan. setelah beberapa lama mengisap bibirku dia berhenti lalu menyalakan rokok. Aku sangat terkejut karena melihat Kak Rara seorang pebasket yang sangat terlatih merokok. Aku mulai melihat dia beraksi lagi, dengan rokok di bibir dan silet kecil di tangan kanan dia mulai merobek celana dan bajuku hingga tersisa pakaian dalamku. Tanggannya mulai memegangi semua tubuhku, mencium dan mengigit apapun yang dia suka. lagi-lagi aku tidak bisa merasakan apapun karena obat bius itu. Dia selalu mengulangi kata-kata "aku ingin memakanmu sayang", Aku merasa seperti ingin dijadikan lalapan malam hari. Setelah puas dengan seluruh badanku yang sudah basah karena air liurnya. Sekarang dia mengambil silet tadi dan mulai mengarahkannya ke leherku. Aku sudah siap mati kala itu tapi dia ternyata hanya menyayat sedikit leherku hingga mengeluarkan darah. Aku sudah mulai bisa merasakan perihnya karena tampaknya obat biusnya mulai kurang bereaksi. aku melihat darahku mengalir. Kak Rara yang terlihat tetap sangat cantik di mataku itu mulai menghisap darahku sambil menjilatinya. Aku merasakan perih dan geli secara bersamaan. ketika aku mulai teriak dia kembali membungkam ku dengan mulutnya sendiri. Setelah aku tenang dia mulai menyayat Dadaku dan melakukan hal yang sama seperti leherku. Aku tidak tau dia adalah drakula atau semacamnya. Tetapi aku tidak bisa berpaling melihat kecantikannya. Dia melakukan hal yang sama sebanyak delapan kali. Lama kelamaan aku tidak tau apa yang terjadi dengan diriku, aku mulai menyukai apa yang dia lakukan kepada ku, aku mulai bergumam dan mengatakan hal-hal aneh yang membuat Kak Rara semakin terpancing.

 

satu jam berlalu kak Rara mulai kelelahan dengan darahku dimana-mana, aku juga mengalami kekurangan darah dan sepertinya akan pingsan. Tetapi sebelum itu terjadi tiba-tiba kak Rara duduk di perutku. Aku merasakan ada yang basah di bagian bawah Kak Rara.

"I love you Rexi....., now you are Mine", Kak Rara mengumam lalu kembali mengigit bibirku dan kali ini hingga meninggalkan bekas luka yang cukup dalam.

 

Aku berlahan hilang kesadaran lagi karena darahku sudah keluar banyak sekali. Beberapa menit kemudian seluruh tubuhku sudah dipenuhi kapas dan perban terlihat Kak Rara yang hanya memakai pakaian dalam merahnya sedang tidur sambil memelukku di dadanya dia mendekap ku erat sekali dan hangat. Aku mulai bangkit dan ingin melarikan diri, tapi saat setelah aku mau pergi aku melihat sesuatu ada di meja belajarnya.

"Hy Rexi, jika kamu baca ini berarti kakak sudah tertidur, Kamu bebas melakukan apapun ke kakak tetapi jangan lupa ini kue kamu dan minum jus jambu merah ini, maaf kakak udah minum sedikit darah kamu, i like it and i need more. but now sudah cukup, di waktu yang akan datang mungkin Mr. P mu juga akan kakak makan hehe" bertanda tangan cium Kak Rara dan sedikit bekas darah. Aku kembali memandangi Kak Rara yang sedang tertidur dengan setengah telanjang. aku mencari selimut lalu menyelimuti badannya. Aku duduk dan mulai meminum jus yang Kak Rara berikan. Aku memandangi Kak Rara. Ternyata dia selama ini bukan bidadari tetapi succubus yang akan aku ikat di hatiku.

 

Beberapa jam berlalu malam sudah semakin larut, Kak Rara lalu terbangun dan berlari memelekku dengan erat kemudian menangis.

"maaf kan Kakak Rex, Kakak tidak tahu apa yang kakak lakukan tadi, aku sangat sayang ama kamu dan aku hanya bisa memikirkan mu, pls jangan tinggalin kakak". mulai menangis di bahuku.

"cup cup cup, udah Kak, Aku sayang banget sama Kakak, tapi jangan terlalu sering ya entar aku mati gimana dong?", Aku sedikit bercanda sambil mencium keningnya. Kami berdua lalu berciuman dan tertidur.

 

Setelah beberapa Tahun berlalu aku mulai sering bermain ke kosan kak Rara hanya sekedar memuaskan ke anehan dirinya sebagai penyaluran rasa cintanya. Aku tidak tau yang pasti dia hanya tertarik melakukannya denganku dan tidak kepada yang lain. Dia sangat menyangiku, memperlakukan ku seperti anak kecil. Walaupun begitu Rasa haus dan phsyco nya belum bisa hilang. Aku mulai menikmatinya dari hari ke hari dan bulan ke bulan. Aku juga tidak tau ini akan berakhir dan berhenti seperti apa Aku sangat menyanginya hingga Rela dimakan hidup-hidup olehnya. 


















Popular Posts